Ligadewa adalah istilah yang memiliki arti penting dalam budaya Bali. Ini adalah konsep yang berakar kuat pada keyakinan dan praktik spiritual masyarakat Bali, dan terkait erat dengan upacara dan ritual keagamaan mereka.
Kata “ligadewa” berasal dari dua kata: “liga” yang berarti alam atau dunia, dan “dewa” yang berarti dewa atau dewa. Secara bersama-sama, ligadewa dapat diterjemahkan sebagai alam para dewa. Dalam agama Hindu Bali, konsep ligadewa mengacu pada alam spiritual tempat bersemayamnya para dewa dan tempat masyarakat Bali percaya bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan para dewa.
Ligadewa diyakini sebagai tempat suci dan mistis, tempat para dewa mengatur alam semesta dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Ini dianggap sebagai alam tertinggi dalam hierarki spiritual, dan merupakan tujuan akhir bagi mereka yang telah menjalani kehidupan yang bajik dan telah mencapai pencerahan spiritual.
Dalam budaya Bali, ligadewa sering digambarkan dalam berbagai bentuk seni, seperti lukisan, patung, dan pertunjukan tari. Konsep ligadewa juga tercermin dalam arsitektur pura Bali yang dirancang untuk melambangkan hubungan antara alam duniawi dan alam para dewa.
Salah satu ritual penting dalam budaya Bali yang erat kaitannya dengan konsep ligadewa adalah upacara ngaben yang dikenal dengan Ngaben. Pada saat Ngaben, masyarakat Bali percaya bahwa arwah orang yang meninggal akan terlepas dari raga fisiknya dan naik ke alam dewa, dimana ia akan dipertemukan kembali dengan leluhurnya dan para dewa.
Secara keseluruhan, ligadewa merupakan sebuah konsep yang memainkan peran sentral dalam budaya dan spiritualitas Bali. Ini mewakili kepercayaan akan keberadaan alam yang lebih tinggi tempat para dewa bersemayam, dan hubungan antara alam duniawi dan makhluk ilahi. Melalui ritual dan upacara, masyarakat Bali berupaya berkomunikasi dengan para dewa dan menghormati leluhur, dengan harapan dapat mencapai pencerahan spiritual dan pembebasan hakiki di alam ligadewa.
